Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

7 Alasan Pengajuan KUR BRI Ditolak Bank dan Solusinya

Ada 7 alasan mengapa pengajuan KUR BRI ditolak bank. Jika Anda mengalami hal demikian lantas bagaimana solusinya? Pada blog https://www.gurumedsos.com/ ini saya akan memberikan tips dan trik bagaimana agar pinjaman di acc bank BRI.

Namun, faktanya tidak semua pengajuan KUR BRI di acc oleh pihak bank karena berbagai alasan. Sebagai salah satu bank penyalur Kredit Usaha Rakyat, memang ada beberapa syarat pengajuan KUR BRI yang harus dipenuhi oleh calon debitur. 

Syarat-syarat tersebut tentunya disesuaikan dengan jenis KUR BRI yang diambil, karena terdapat 3 jenis KUR, yaitu KUR Mikro, Ritel dan TKI. Untuk pembiayaan kredit modal kerja dan investasi, debitur dapat memilih jenis KUR mikro atau ritel dengan bunga rendah 6% setahun.

Salah satu syarat pengajuan KUR BRI yang wajib dipenuhi oleh calon debitur  adalah adanya kegiatan usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan sejak pengajuan pinjaman. Jadi, jika usaha anda fiktif jangan harap dana pinjaman KUR BRI akan cair.

Pengajuan KUR BRI Ditolak

Nah, berikut ini adalah 7 alasan pengajuan kredit ditolak bank.

Alasan Pengajuan KUR BRI Ditolak Bank

1. Tidak Ada Kegiatan Usaha

Bisa saja Anda lolos syarat administrasi, tetapi gagal di proses survey karena tidak adanya kegiatan usaha atau usaha belum memenuhi kriteria yaitu minimal 6 bulan. Jadi, sebelum mengajukan pinjaman KUR BRI pastikan usaha Anda sudah berjalan selama 6 bulan dan bukan usaha fiktif.

2. Tujuan Pinjaman KUR Kurang Jelas

Pengajuan KUR BRI akan dipersulit oleh pihak bank jika tujuan pinjaman kurang jelas. Misalnya Anda melakukan pengajuan bukan untuk tambahan modal usaha, tetapi untuk kebutuhan konsumtif atau kebutuhan lain yang tidak ada kaitannya dengan usaha UMKM. Jika demikian sudah dapat dipastikan jika pengajuan kredit Anda akan ditolak.

3. Dokumen Persyaratan Kurang Lengkap

Pastikan Anda sudah melengkapi persyaratan pendukung seperti identitas diri, surat izin usaha dan dokumen pendukung lainnya agar pinjaman di acc oleh bank. Apalagi jika Anda ingin mengambil pinjaman dalam jumlah besar, dipastikan bank juga akan meminta agunan/jaminan.

4. Agunan atau Jaminan Tidak Memenuhi Syarat

Untuk jaminan dalam jumlah besar (KUR Ritel), bank akan meminta agunan atau jaminan seperti sertifikat rumah, tanah atau BPKB mobil. Jika Anda tidak memiliki agunan, maka pengajuan akan ditolak dan disarankan untuk mengambil pinjaman jenis KUR BRI Mikro karena jenis pinjaman ini tanpa agunan.

5. Masih Memiliki Pinjaman di BRI atau Bank Lain

Sudah jelas jika salah satu syarat agar pinjaman KUR BRI disetujui adalah tidak memiliki jenis pinjaman sejenis di bank BRI ataupun bank lain. Jika tetap ingin mengajukan top up pinjaman KUR BRI, silahkan datang ke kantor BRI terdekat untuk berkonsultasi.

6. Riwayat Pinjaman Sebelumnya Buruk

Jika sebelumnya Anda memiliki riwayat angsuran kredit yang buruk atau bahkan kredit macet, maka dipastikan akan mengalami kesulitan saat pengajuan KUR BRI. Jadi, sebagai warga negara yang baik, alangkah baiknya selalu membayar angsuran tepat waktu karena jika sudah dilaporkan ke OJK, maka nama Anda akan di blacklist di semua bank.

7. Jenis Pinjaman Terlalu Besar

Penting juga dipahami oleh calon debitur agar memilih jenis pinjaman sesuai dengan kemampuan serta syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika Anda menginginkan jumlah pinjaman besar hingga Rp 500 juta, maka harus melampirkan agunan dengan memilih jenis KUR Ritel BRI.

Untuk detail besarnya pinjaman dapat dilihat pada tabel KUR BRI 2021.

Dengan memahami 7 alasan diatas, tentunya sudah tahu kan solusi agar pengajuan KUR tidak ditolak? Yup, solusinya adalah dengan mempersiapkan semua persyaratan yang diminta oleh BRI.

Nah, kemudian muncul pertanyaan berikut ini..

Bagaimana Sebenarnya Proses Survey KUR BRI?

Setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap oleh BRI, selanjutnya pihak bank akan melakukan survey ke tempat usaha Anda. Proses survey sebenarnya tidaklah rumit, Anda akan diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan usaha yang sedang dijalankan. Secara gampangnya interview lah.

Agar proses survey berjalan dengan baik, lakukan 7 hal berikut ini

  • Calon debitur Ada di tempat ketika surveyor datang

    Ketika pihak bank datang ke tempat usaha Anda, pastikan Anda sudah berada di tempat sebagai sinyal kesiapan untuk interview.
  • Berpakaian rapi

    Dengan berpakaian rapi, berarti Anda menghargai diri sendiri dan orang lain. Tidak perlu terlihat "wah", namun rapi dan sopan karena dengan berpakaian rapi akan memberikan nilai plus pada diri Anda sendiri.
  • Percaya diri saat menjawab pertanyaan

    Dengan memiliki percaya diri yang tinggi kemungkinan besar permohonan kredit Anda akan di acc oleh bank. Jika Anda sendiri tidak percaya diri, bagaimana bank mau percaya dengan Anda?
  • Jawaban tidak berbelit-belit agar surveyor tidak ragu

    Bank akan memberikan pertanyaan seputar keuangan dan kondisi keluarga. Jadi, ketika ditanya soal tujuan pinjaman, Anda harus menjawabnya secara tegas dan tidak berbelit-belit. Karena jawaban berbelit-belit akan menimbulkan rasa ragu dari pihak surveyor.
  • Jujur dengan kondisi Anda 

    Secara tidak langsung saat interview, surveyor akan melihat kondisi keuangan Anda apakah pantas untuk menerima pinjaman atau tidak. Beberapa pertanyaan survey KUR yang ditanyakan oleh BRI adalah seputar hutang, pekerjaan, dan gaji bulanan. Jika jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut meragukan, bisa jadi pinjaman dana kur sulit cair.
  • Paham dengan keuangan pribadi

    Dengan memahami kondisi keuangan diri sendiri, berarti Anda sudah bisa mengira-ngira berapa uang yang harus disisihkan dari total pendapatan per bulan untuk membayar cicilan KUR. Perlu diketahui juga bahwa bank akan memberikan pinjaman dengan cicilan 1/3 dari total pendapatan debitur. Jika lebih dari angka tersebut, bank khawatir debitur tidak mampu membayar cicilan tiap bulannya.
  • Berdoa

    Bagaimanapun juga setiap orang diwajibkan untuk berdoa agar setiap usahanya selalu diridhoi oleh sang Pencipta. Begitupun saat pengajuan KUR, berdo'alah agar pinjaman KUR disetujui dan dapat digunakan untuk kelancaran usaha.
Nah, sampai tahap ini setelah interview dinyatakan selesai dan pinjaman disetujui, dana KUR akan dicairkan maksimal 14 hari setelah survey. Jika dalam kurun waktu 14 hari ternyata belum ada kabar, silahkan cek pengajuan KUR Anda melalui kantor BRI terdekat.

Kesimpulan

Pada dasarnya terdapat 7 alasan mengapa pengajuan KUR BRI ditolak bank. Diantaranya adalah tidak ada kegiatan usaha, tujuan pinjaman yang kurang jelas, persyaratan kurang lengkap, agunan tidak memenuhi syarat, memiliki pinjaman lain, dan pinjaman terlalu besar.

Untuk itu calon debitur harus memahami kondisi diri sendiri karena berpengaruh pada cair tidaknya pinjaman KUR BRI.

Demikianlah kira-kira sedikit informasi mengenai 7 alasan mengapa pengajuan KUR BRI ditolak dan bagaimana cara mengatasinya. Semoga memberikan manfaat bagi Anda yang membacanya. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "7 Alasan Pengajuan KUR BRI Ditolak Bank dan Solusinya"