Widget HTML Atas

Peluang Bisnis Videografi/Video Shooting Kekinian di Tahun 2021

Mungkin Anda salah satu orang yang ingin memiliki usaha videografi di tahun 2020? Jika benar, maka Anda akan menemukan jawaban yang tepat di blog ini.

Jasa videografi memang begitu menggiurkan di tahun 2020, fakta membuktikan bahwa trend video semakin meningkat seiring dengan banyaknya pengguna platform youtube. Di Indonesia, youtube berada di posisi pertama media sosial yang memiliki pengguna terbanyak saat ini. Tentu ini menjadi peluang bagi para calon pebisnis yang ingin mencoba bisnis videografi.

Peluang Bisnis Videografi


Namun, Anda akan menemui beberapa kendala jika mencoba bisnis videografi

Tunggu dulu.., siapkan kertas untuk memecahkan masalah ini !

Kendala Bisnis Videografi


1. Bisnis videografi bukanlah model bisnis yang murah. 
Perlu modal yang tidak sedikit untuk memulai bisnis ini. (Silahkan catat di kertas, peralatan apa saja yang diperlukan untuk jasa videografi, dan buat daftar harga per alat)
2. Jenis bisnis videografi bermacam-macam
Misalnya wedding, pembuatan company profile, promosi produk, dll ( catat jenis bisnis videografi yang akan dijalankan/yang ada di sekitar Anda)
3. Trik marketing
Ada 2 tipe marketing untuk saat ini,yaitu online dan offline. Kedua tipe ini memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing ( buat analisa trik marketing bisnis videografi Anda agar diterima calon konsumen)
4. Analisa Kompetisi 
Anda wajib menganalisa kompetisi/persaingan dengan cara membuat tabel kompetisi, seperti apa kelebihan dan kekurangan kompetitor. (Silahkan catat)
5. Persaingan harga
Jangan sampai anda mematok harga terlalu rendah, ini akan membuat Anda blunder dan bahkan akan mematikan pasar. "Jangan takut pasang harga mahal" (Cek harga pasar, dan sesuaikan dengan peralatan yang dipakai serta kualitas yang diberikan. Ini akan mempengaruhi harga jasa Anda)

Setelah Anda membuat jawaban dari 5 masalah di atas, maka secara tidak langsung Anda akan menemukan solusinya. Betul bukan? Namun, jika masih bingung, silahkan lanjutkan membaca tulisan ini.


1. Bisnis videografi bukanlah model bisnis yang murah. 
Saya yakin Anda telah membuat list peralatan yang dibutuhkan beserta daftar harganya. Tarik nafas dan yakinkan diri Anda.

Setidaknya Anda membutuhkan :
1. Kamera
2. Lensa
3. Tripod
4. Stabilizer/gimbal
5. Audio recorder
6. Drone
7. Alat pendukung lainnya



Ditambah lagi jika Anda membutuhkan dua atau tiga kamera, lensa berbagai ukuran, bahkan 2 stabilizer. Tentu budget yang dibutuhkan juga lebih banyak

Namun, ingatlah !!

"Tidak perlu alat sempurna untuk membuat sebuah karya yang bagus dan diterima pasar".

Yups, minimal Anda memiliki keberanian untuk terjun ke bisnis videografi.

Kalaupun belum memiliki peralatan yang lengkap, bahkan belum memiliki peralatan apapun, Anda tetap bisa menjalankan bisnis ini.

Bagaimana caranya?

Gunakan Jasa Rental Kamera !!

Hampir di semua wilayah, apalagi di kota-kota besar, rental kamera menjadi solusi terbaik. Cara ini juga direkomendasikan oleh para videografer profesional, karena selain menghemat budget, juga sebagai test drive sebelum benar-benar membeli peralatan videografi. Namun ingat, tetap masukan cost sewa peralatan di budgeting harga yang ditawarkan ke client.


2. Jenis bisnis videografi bermacam-macam
Anda dapat memilih, bahkan melayani semua jenis jasa videografi. Tapi ingat, Anda perlu membangun sebuah tim, karena superteam lebih kuat daripada superman !

Anda dapat membuka jasa :
- Dokumentasi wedding cinematic & full dokumentasi wedding
- Pembuatan video profil perusahaan, instansi, sekolah,dll
- Pembuatan video promosi produk/jasa
- Pembuatan video iklan
- Pembuatan video konten media sosial
-dll

Dari jasa di atas, kira-kira jasa mana yang lebih mudah mendatangkan client?

"Wedding" Ini menurut saya sebagai penulis

Jasa video wedding sampai kapanpun akan tetap ada (evergreen). Setuju?

Sekarang silahkan cek berapa harga pasar video wedding cinematic durasi 3-5 menit di daerah Anda. Saya pastikan ahrga yang ditawarkan bervariasi. Ada yang 1 juta, 2 juta, 3 juta,bahkan puluhan juta, tergantung alat dan konsep yang diinginkan.

Bisnis Videografi


"Sekali lagi jangan takut pasang harga mahal untuk sebuah seni,apalagi bikinnya susah"


Apakah jenis video lain sulit mendatangkan client? Tidak juga !

Mudah tidaknya mendatangkan client, tergantung dari cara marketing Anda. Untuk itu pelajari marketing untuk memperluas pasar Anda.

3. Trik marketing
Nah, sudah disinggung di poin nomor 2.

Garda terdepan sebuah bisnis adalah marketing. Semoga Anda juga setuju.

Ada 2 jenis marketing yang Anda kenal saat ini,yaitu marketing online dan offline. Tidak melulu menggunakan trik marketing online untuk mempromosikan usaha videografi Anda. Anda juga perlu secara langsung memperkenalkan kepada calon client.

"Bagaimana jika ternyata calon customer tidak memiliki media sosial?"

Ini yang menjadikan penulis sebagai bahan evaluasi.

Bisnis Videografi



Facebook ads dan Instagram Ads mungkin ampuh untuk mempromosikan produk/jasa kepada mereka yang memiliki akun media sosial. Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kita menggunakan trik ini, sementara target market adalah Instansi.

"Anggap saja kita sedang membuat target pasar jasa video profil desa"

Tentu trik yang paling ampuh adalah dengan menawarkan proposal secara langsung kepada calon client/customer. Istilah kerennya door to door. Setuju?

Jadi, pada intinya tidak semua jenis bisnis cocok dengan metode marketing online.

4. Analisa Kompetisi 
Mulailah membuat analisa kompetitor di sekeliling Anda. Buat tabel kelebihan dan kekurangan masing-masing vendor jasa videografi. Dengan membuat tabel demikian, anda dapat memiliki celah untuk membuat strategi pemasaran.

5. Persaingan harga
Sekali lagi "Jangan takut pasang harga mahal" !!

Sekali Anda pasang harga murah,akan sulit untuk menaikan harga. Percayalah ! Sekarang coba buat daftar paket harga untuk jenis-jenis jasa videografi yang ditawarkan.

Yang perlu anda masukkan dalam menentukan harga antara lain :

  • Biaya sewa alat (meskipun milik sendiri, tetap dihitung biaya sewa)
  • Biaya penyusutan alat
  • Biaya konsep ( konsep itu mahal)
  • Fee crew
  • Fee Editing
  • Fee Transport
  • Fee makan & minum
  • Biaya listrik
  • Flasdisk untuk client
  • sesuaikan biaya apa saja yang anda keluarkan
List di atas adalah biaya pokok, belum termasuk keuntungan. Keuntungan bisa diambil sekian persen dari biaya per item (akan saya share di kemudian hari cara menghitungnya). Secara mudahnya Anda dapat mengambil keuntungan sesuai kepantasan.

Kelebihan Bisnis Videografi


Videografi adalah seni. Pada dasarnya kita dibayar untuk membuat karya seni. setuju?

Jika anda memang menyukai dan hobi di bidang videografi, bukanlah hal yang sulit untuk menekuni videografi menjadi sebuah ladang bisnis.

"Hobi jadi duit" gurihh !!

Banyak di luar sana videografer profesional yang dimulai dari hobi. Apalagi jasa ini semakin diminati di tahun 2020. Pasar ada dan diprediksi akan semakin berkembang di tahun-tahun berikutnya.


Agar lebih meyakinkan, baca dulu beberapa kelebihan bisnis videografi berikut ini :

  1. Keuntungan bisa lebih besar jika memilih pasar yang tepat
  2. Post Production ada di editing, tidak seperti foto yang perlu dicetak 
  3. Konten video akan semakin diminati di tahun-tahun berikutnya
  4. Memiliki story telling yang bagus dengan video yang ditampilkan
  5. Seiring dengan perkembangan media sosial, video semakin diminati pasar

Analisa Market

No Market,No job !

Pasar videografi dilihat dari data ke tahun mengalami perkembangan yang signifikan. Terbukti dengan semakin banyaknya creator-creator video baik di youtube,instagram, fanspage fb, bahkan tik tok diprediksi akan semakin digemari.

Offline pun demikian, event-event seperti pernikahan, acara komunitas, acara pemerintah, dan event-event lainnya membutuhkan videografer untuk mendokumentasikan acara mereka. Tidak hanya sekedar mendokumentasikan saja, namun dalam pembuatan video dibuat dengan alur cerita menarik dan pengambilan gambar "cinematic".

Bisnis Videografi


Dengan banyaknya permintaan video dengan konsep "cinematic" ini membuat banyak videografer berlomba-lomba untuk memberikan hasil terbaiknya dengan harga yang bersaing. Tentu setiap daerah juga memiliki pasar dan harga masing-masing. Untuk itu, sebelum terjun ke dunia videografi alangkah baiknya untuk melakukan analisa market/pasar.

Apa saja dan bagaimana cara analisa market?

1.  Ketahui permintaan jenis video yang diminati masyarakat sekitar.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jenis video yang bisa menjadi pasar antara lain :
  • Wedding, yang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu wedding cinematic dengan durasi 3-5 menit (pada umumnya) dan liputan wedding (full dokumentasi). Untuk kedua jenis ini harganya berbeda, umumnya lebih mahal wedding cinematic karena memiliki alur cerita dan pengambilan gambar yang lebih menarik.
  • Pembuatan video profil perusahaan, instansi, sekolah,dll
  • Pembuatan video promosi produk/jasa
  • Pembuatan video iklan
  • Pembuatan video konten media sosial
Dengan menganalisa jenis-jenis video serta persaingan di jenis video tersebut, tentu akan mengetahui celah yang dapat kita masuki. 

Silahkan lakukan analisa "jenis video" yang ada di sekitar Anda 

2. Ketahui harga pasar yang ditawarkan oleh kompetiro.

Lho bagaimana cara mengetahui harga pasar kompetitor?

Jika sungkan untuk menanyakan langsung ke kompetitor, Anda dapat bertanya ke rekan videografer lain ataupun client yang pernah menggunakan jasa mereka. Masuk akal ?

Nah, ngomong-ngomong soal harga pasar, harga pasar menentukan harga yang akan kita tawarkan ke client. Di awal kita bisa mematok harga sesuai pasar. Namun, jika dirasa sudah memiliki banyak pengalaman dan hasil yang "wah" kita bisa menaikan harga. Tentu target pasar juga akan meningkat seiring dengan kenaikan harga jasa yang ditawarkan.

3. Bermain di pasar menengah ke bawah/menengah ke atas
Ini yang akan menentukan arah bisnis kita. Jika kita hanya menarget di kelas menengah ke bawah, maka harga yang ditawarkan akan segitu-segitu saja. Sebagai solusinya, kita perlu membuat paket harga sesuai dengan budget client. Alhasil paket murah ataupun mahal tetap masuk.

4. Selalu ikuti trend video
Anda perlu mengikuti trend video yang sedang "hits". Ini akan memberikan efek pada bisnis yang dijalankan. Percayalah!



Analisa Kompetisi




"Kompetitor adalah motivator untuk terus berkembang"

Anda cermati kalimat di atas !

Kompetitor/pesaing secara tidak langsung akan meningkatkan motivasi kita untuk membuat karya yang lebih bagus. Masuk akal kan?

Untuk itu janganlah bermusuhan dengan mereka, rangkul dan ajak berdiskusi tentang bisnis videografi. Dengan begitu harga pasar juga akan tetap stabil. Jika Anda masih termasuk pemula dan ada rasa sungkan,cobalah untuk membuka obrolan kecil.

Ada pertanyaan muncul...

Sayamasih baru dalam bisnis videografi, bagaimana cara kita menganalisa kompetitor agar dapat mendapatkan pasar?

Simak pembahasan berikut !
Kompetitor memang menjadi momok yang menakutkan, apalagi jika kita adalah pemain baru. Alat yang mereka pakai mahal dan hasilnya "wahhh". Akan tetapi perlu diingat, bukan berarti mereka juga memulai dengan peralatan yang "wah" pula. Bisa jadi,alat yang mereka pakai juga sama seperti yang Anda pakai saat ini (sebut saja apa adanya,hehe)

Di suatu wilayah pastilah banyak pebisnis videografi dengan berbagai peralatan yang mereka miliki. Untuk itu perlu kita melakukan analisa kompetisi agar menang di hati calon client, hehe dan tentunya mendapatkan "job" demi keberlangsungan bisnis.

Lanjut...

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan melihat segmen pasar dari kompetitor. Mereka bermain di pasar yang mana. Kita cari celah.

Sebagai contoh..
Si Jefri dan Ajeng sedang mencari videografer cinematic untuk pernikahan mereka, budget mereka tidaklah banyak, kemudian mereka mencari videografer sesuai dengan budget yang ada.
  • Videografer A merupakan videografer kondang di kota kedua mempelai, kualitas video ok, namun harga mahal.
  • Videografer B , kualitas di bawah A, namun harga masih tidak jauh dari vidografer A
  • Nah, disinilah celah Anda. Anda sebagai videografer C bisa meyakinkan calon mempelai agar bisa menggunakan jasa Anda. Berikan kualitas terbaik Anda, dengan harga yang tidak jauh pula dari videografer A dan B.
Pada intinya adalah bagaimana cara kita melakukan closing dengan calon client,sehingga mampu terpikat.

Bagaimana,sudah ada gambaran?

Kesimpulan


Setelah Anda membaca poin poin di atas, saya harap Anda sudah mendapatkan gambaran mengenai bisnis videografi. 

Ingat !!

Pada dasarnya videografi adalah seni. Seni yang dapat dikomersilkan dan mendapat sejumlah uang. Dengan semakin tingginya permintaan pembuatan video profesional untuk keperluan komersial, sebagai seorang pebisnis videografer, tentu ini menjadi peluang. Apalagi bagi yang mau terjun di dunia videografi. Namun, meski demikian harus tetap menganalisa terlebih dahulu agar benar-benar siap menerima keadaan yang mungkin tidak sesuai ekspektasi.

Ada beberapa kendala yang akan ditemui, antara lain :

1. Bisnis videografi bukanlah model bisnis yang murah. 
2. Jenis bisnis videografi bermacam-macam
3. Trik marketing
4. Analisa Kompetisi 
5. Persaingan harga

Dengan memahami beberapa kendala tersebut, setidaknya Anda memiliki strategi sendiri agar bisa masuk ke dalam industri videografi.

Beberapa kelebihan bisnis videografi ini akan membuat Anda lebih bersemangat :
  1. Keuntungan bisnis videografi bisa lebih besar jika memilih pasar yang tepat
  2. Post Production ada di editing, jadi outputnya hanyalah sebuah video
  3. Konten video akan semakin diminati di tahun-tahun berikutnya
  4. Memiliki story telling yang bagus dengan video yang ditampilkan
  5. Seiring dengan perkembangan media sosial, video semakin diminati pasar
Dengan beberapa kelebihan tersebut, seorang videografer juga harus mampu menganalisa market dan kompetisi agar mampu bersaing, dan tentunya agar tetap bertahan.

Bagaimana dengan penjelasan di atas? sudah ada gambaran kan?

Demikian, sedikit sharing dari Kami tentang Peluang Bisnis videografi di tahun 2021, semoga bermanfaat dan jika ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar. 

Tidak ada komentar untuk "Peluang Bisnis Videografi/Video Shooting Kekinian di Tahun 2021"