Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Peluang Bisnis Fotografi di Tahun 2020 dan Bagaimana Cara Memulainya

Bicara soal bisnis fotografi di tahun 2020, tentu tidak akan jauh dari media sosial yang membuat bisnis ini semakin diminati. Instagram sebagai platform galery foto yang berada di peringkat 4 Indonesia, mampu bertransformasi sebagai media yang berpengaruh dalam bisnis fotografi. 

Sebagai milenial yang menyukai tantangan, ini adalah peluang bagus. Dengan bermodalkan kamera beserta perlengkapannya, kita sudah bisa menghasilkan uang melalui jasa fotografi. Misalnya saja foto prewedding/wedding, foto produk, foto makanan, dan lain sebagainya.

Hmm.. betulkan demikian?

Tentu tidak, butuh effort yang cukup besar untuk membuka jasa fotografi. Selain modal, skill dan foto yang bagus, dibutuhkan juga marketing untuk mempromosikan jasa fotografi kita. Selain itu, tentu saja persaingan yang menjadi momok cukup menakutkan bagi para pemula.

Tapi tenang, dengan membaca artikel ini sampai akhir, Anda akan mendapatkan solusi terbaik untuk membuka jasa Fotografi.




Sebalumnya baca dulu apa kelebihan bisnis fotografi di tahun 2020

Kelebihan Bisnis Fotografi?

Jika kita jabarkan ada beberapa kelebihan dari bisnis fotografi.
1. Bersifat evergreen, atau akan dibutuhkan sepanjang tahun, dan akan terus dibutuhkan seiring dengan perkembangan era digital
2. Dengan pekembangan era digital, khususnya media sosial, bisnis fotografi akan kian diminati oleh pasar
3. Bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak jika dimanage dengan benar
4. Bagi yang memulai dari hobi, fotografi adalah hobi yang dibayar
5. Jasa Cetak Foto kian meningkat seiring banyaknya permintaan pasar

Bayangkan jika Anda masuk ke dalamnya. Berapa profit yang akan masuk kantong? hehe

Lanjut...

Bukan berarti bisnis fotografi tanpa tantangan. Berikut ini beberapa masalah yang muncul ketika akan membuka jasa fotografi.

Masalah yang Muncul ketika Membuka Bisnis/Usaha Fotografi


1. Modal
Di beberapa artikel mengatakan bisnis fotografi bisa tanpa modal. Iya betul, kita bisa meminjam peralatan fotografi di penyewaan kamera (sebut saja rental kamera).  Namun jika kita benar-benar ingin serius menggeluti bisnis ini, setidaknya kita benar-benar memiliki alat sendiri agar lebih profesional. Masalahnya apakah Anda memiliki cukup modal?

Mari kita hitung modal yang kita butuhkan berdasarkan alat yang dipakai

a. Kamera
Dengan budget 3-5 jutaan kita bisa membeli kamera bekas. Namun jika memiliki dana lebih bisa membeli kamera baru di kisaran harga 7-8 jutaan. Dengan harga tersebut sudah dilengkapi dengan lensa kit. Kita ambil harga 7 juta saja sebagai perumpamaan
b. Lensa tambahan
Harga lensa bervariasi sesuai dengan merk, ukuran serta pembelian baru atau bekas. Anggap saja kita membeli 1 lensa dengan harga 2 juta.
c. Tripod
Tripod juga harganya bervariasi, kita ambil di harga 700 rb untuk harga standar.
d. Lighting + flash + background
Jika kita membuka usaha studio foto, tentu membutuhkan perlengkapan lighting dan background. Sebagai contoh kita ambil harga 4 juta 1 set.
3. Komputer & printer
1 set komputer editing foto dan printer  kita ambil harga 4 juta

Jika kita total, maka membutuhkan modal = Rp 17.700.000

Mahal?

Harga di atas adalah hitungan kasar. Modal dapat disesuaikan dengan jenis job apa yang akan kita ambil.



lanjut ke masalah ke-dua..

2. Skill
Jika fotografi sudah menjadi sebuah hobi, maka tidaklah sulit untuk mengembangkan skill. Berbeda dengan calon pebisnis yang benar-benar memulai dari nol, dimana harus mempelajari teknik-teknik dalam fotografi beserta memahami kamera itu sendiri. Apakah Anda sudah memiliki cukup skill?

kemudian muncul pertanyaan..

Apakah memiliki skill fotografi saja sudah cukup dalam proses produksi foto?

Tentu tidak. Setelah melalui proses photoshoot, file foto akan diproduksi melalui aplikasi editing. Dan itu juga membutuhkan skill. Nah, sudahkan Anda memiliki skill editing?

Selain skill fotografi dan editing, ada skill lagi yang harus dimiliki oleh seorang fotografer, yaitu skill berkomunikasi agar konsep foto lebih menarik.

3. Promosi/Analisa Marketing

Sekali lagi saya tekankan bahwa promosi adalah garda terdepan sebuah usaha. Tanpa promosi, usaha sulit berkembang. Apakah Anda bisa melakukan marketing?? Ini akan menjadi tantangan bagi Anda sebagai pemilik bisnis

"Bisnis yang baik adalah bisnis yang selalu berpromosi"


4. Persaingan 

Persaingan sejauh ini memang begitu ketat. Apakah Anda siap untuk bersaing?


Kita cari tahu solusinya...

1.Modal 

Dengan hitungan kasar yang sudah kita hitung di poin pertama, bisa jadi membuat nyali kita menciut untuk melanjutkan mimpi sebagai pebisnis fotografi.

Tenang ada solusi bagi yang kekurangan modal/tidak memiliki modal sama sekali..

a. Modal patungan dengan teman
Solusi pertama adalah dengan patungan. Dengan mengumpulkan dua atau beberapa teman untuk patungan dirasa cukup efektif.

Dalam hal ini yang perlu diingat adalah adanya perjanjian di awal mengenai pembagian fee yang jelas. Kekurangan modal patungan ini adalah setelah bisnis berjalan, apalagi tidak dengan 1 komando/pemilik, maka akan sering terjadi perselihan soal pembagian pendapatan.

b. Mengajukan Proposal kepada Investor
Bagi mereka yang memiliki uang lebih, akan lebih senang jika diajak bekerjasama dengan memberikan sebagian uang mereka sebagai dana investasi. Namun, sebagai pemilik usaha kita harus bisa meyakinkan calon investor dengan membuat rincian usaha yang benar-benar menguntungkan kedua belah pihak.

c. Sewa Peralatan Kamera/Rental
Cara ini berlaku bagi mereka yang memiliki jiwa "nekat", namun tetap menggunakan perhitungan yang matang agar tetep bisa berinvestasi untuk mencicil membeli peralatan fotografi

d. Gunakan peralatan yang sudah dimiliki
Dengan 1 kamera Anda sudah dapat menghasilkan uang melalui jasa fotografi. Lihatlah beberapa fotografer yang berada di sekitar Anda. Mereka hanya menggunakan 1 kamera dan 1 lensa tambahan untuk menerima job prewedding/wedding.

Yang paling utama adalah PD, setuju?

lanjut ke solusi berikutnya...

2. Skill


Tentu saja fotografi membutuhkan skill. Namun bisa saja tanpa skill, yakni merekrut fotografer profesional untuk menjalankan bisnis. Tapi apakah cara ini agus untuk pertumbuhan bisnis? Karena Anda tidak memahami bisnis Anda sendiri.

Oleh karena itu alangkah baiknya Anda memiliki skill fotografi, dimana untuk mempelajari fotografi sekarang ini cukup mudah, karena sudah disediakan gratis oleh youtube maupun blog. Bagi yang memiliki uang lebih juga bisa kursus berbayar ke beberapa layanan kursus profesional.



3. Promosi/Analisa Market


Bagaimanapun juga market adalah faktor penting sukes tidaknya sebuah usaha. Anda harus menganalisa pasar yang ramai di wilayah Anda, misalnya wedding dan prewedding. Setelah anda melakukan analisa, kemudian bagaimana cara mendatangkan client ke bisnis Anda?

Tentu dengan promosi bukan?

Masalahnya tidak semua orang pandai mempromosikan usahanya, dari rasa malu, sungkan, takut dan sebagainya.

Bagi Anda yang memiliki jiwa bisnis, tentu tidak akan memiliki rasa malu untuk menawarkan jasa anda secara lisan kepada calon client. Toh jika hasil foto bagus, Anda akan mendapat promosi gratis melalui mulut ke mulut client.

Penting !!

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempromosikan jasa fotografi
a.  Foto hunting gratis kepada teman sendiri dengan harapan dapat mempromosikan "jasa prewedding" ke teman lainnya (mulut ke mulut).
b. Setelah mendapat job prewedding, gunakan sebagai portofolio untuk mendapatkan client berikutnya. Begitu seterusnya sambil meningkatkan kualitas
c.  Setelah seringkali menerima job prewedding, biasanya disana sering bertemu dengan MUA. Beruntung jika MUA mengajak kerjasama. Gunakan momen ini untuk mengembangkan bisnis. Istilahnya kolaborasi hehe
d. Ikuti komunitas fotografi, karena di dalam komunitas sering melakukan hunting bareng. Gunakan juga momen ini untuk sharing dengan sesama fotografer dan MUA. Gunakan pula hasil foto sebagai portofolio
e. Gunakan instagram dengan memaksimalkan SEO (Search Engine Optimitation) baik hastag maupun caption. Jika punya uang lebih, gunakan layanan beriklan melalui instagram ads ataupun endors.
f. Gunakan media sosial lain untuk promosi

4. Persaingan

Persaingan memang masalah klise dalam fotografi. Banting-bantingan harga membuat bisnis fotografi seolah dihancurkan oleh bisnis itu sendiri.

Untuk mengatasi persaingan, alangkah baiknya Anda selalu memberikan hasil foto terbaik dengan tren kekinian agar tetap bisa mengikuti pasar. Jaga komunikasi dengan sesama fotografer. Karena menurut pengalaman, jika fotografer A kuwalahan menerima job, maka akan dilempar ke fotografer B. Begitu sebaliknya. Itulah manfaat menjaga komunikasi.

Catat !!

Berikut ini beberapa cara mengatasi masalah persaingan
a. Gunakan media sosial seperti instagram/fb untuk mengupload hasil karya
b. Buatharga paket sesuai dengan segmentasi pasar, dari menengah ke bawah hingga menengah keatas. Gunanya agar bisa menjangkau semua kalangan.
c. Komunikasi yang baik antar sesama fotografer dan MUA
d. Berikan kualitas terbaik agar client repeat order/merekomendasikan ke temannya

Wah sudah cukup panjang ya pembahasannya...

Di pembahasan di bawah ini, saya akan jelaskan cara-cara agar tetap profit bisnis fotografi di tahun 2020.

Cara Bisnis Fotografi di Tahun 2020 agar Potensi Profit Besar


Sekali lagi saya tekankan bahwa peluang usaha fotografi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, meskipun dengan kamera hp pun sudah bisa memotret dengan baik. Bagi yang cerdik melihat situasi ini, malah bisa menjadi peluang untuk menambah penghasilan, misalnya melalui jasa cetak foto. masuk akal?





Usaha Fotografi di Era Digital


Berikut ini dapat dijadikan referensi beberapa peluang usaha fotografi yang dapat dicoba berdasarkan jenis fotografi

1. Membuka Jasa Prewedding

Bagi fotografer baru yang sedang mencoba peruntungan di bisnis fotografi dapat memulainya dengan menerima job prewedding. Tidak usah jauh-jauh mencari client. Anda bisa menawarkan jasa foto prewedding ke teman terlebih dahulu. Syukur-syukur hasilnya memuaskan dan direferensikan ke orang lain (melalui mulut ke mulut).

Promosi dari mulut ke mulut ini masih manjur sampai sekarang. Buktikan dengan hasil karya terbaik, dan secara otomatis client-client akan merekomendasikan ke teman-temannya.

Ada sedikit saran bagi yang memotret teman sendiri..

Meskipun yang dipotret adalah teman sendiri, usahakan beri harga yang tidak terlalu murah, yang terpenting adalah bisa menutup biaya produksi dan mendapatkan upah dari tenaga dan pikiran. Tentu saja sekali lagi saya tekankan, berikan hasil foto terbaik.

2. Membuka Jasa Wedding

Setelah membuka jasa prewedding dan memiliki client yang sudah banyak, maka fotografer lambat laun akan masuk ke ranah bisnis wedding. Ini bagus, apalagi dari jasa prewedding sudah dipercaya oleh MUA (Make Up Artist).

Mulailah dengan membuat paket harga, dari paket terendah hingga tertinggi. Namun, bagi yang terlibat kontrak dengan MUA memang serba salah. Pasang harga mahal bisa bisa diputus kontrak, pasang harga murah, malah rugi. Apalagi biasa produksi & alat-alat juga mahal. Untuk itu diperlukan perjanjian kontrak dengan materai agar tidak saling dirugikan.

3. Membuka Studio Foto dan Jasa Cetak Foto

Banyak dari kalangan fotografer wedding yang akhirnya membuka studio foto sebagai sumber penghasilan tambahan. Jasa yang ditawarkan antara lain : jasa prewedding indor, jasa foto maternity, jasa foto grup, jasa foto produk, cetak foto dan lain-lain.

Untuk jasa cetak foto juga masih diminati sampai sekarang, mulai dari cetak foto 3x4 atau 4x6 untuk melamar pekerjaan, urusan sekolah, hingga urusan cetak foto untuk pajangan pribadi.

4. Membuka Jasa Foto Makanan/Produk

Adapula Fotografer yang hanya menerima jasa foto makanan atau foto produk saja. Hampir sama seperti jasa studio foto, foto produk atau makanan ini memerlukan perlengkapan lighting agar foto terlihat lebih menarik dan estetik.

Target pasarnya antara lain UMKM, Restoran, Distro, dan lain sebagainya.

5. Membuka jasa Foto Company Profil

Untuk yang sudah benar-benar matang dan mampu berkomunikasi dengan baik, tidak ada salahnya untuk menawarkan diri sebagai fotografer Company Profil. Tentunya harus memiliki portofolio yang bagus agar dilirik client-client, yang bisa jadi client Anda adalah perusahaan top nasional.

Disini Anda harus bisa membangun komunikasi yang baik dengan relasi, sehingga kredibilitas semakin meningkat.

6. Jasa Foto Model untuk Majalah

Ini cocok bagi yang suka hunting foto model. Buatlah portofolio semenarik mungkin agar dilirik oleh event organizer pemotretan majalah. Atau opsi lain sebagai portofolio buatlah majalah sendiri dengan format pdf yang berisi karya-karya Anda. Karena saat ini majalah versi online juga banyak peminatnya.

7. Jasa Still Foto untuk Iklan Komersial

Pernahkan Anda melihat iklan baliho atau billboard di jalan? Itu adalah salah satu still foto. Jenis foto ini mirip foto produk, namun penggunaannya lebih bersifat komersial sebagai media periklanan. Yang difoto juga tidak melulu barang-barang produk. Bisa juga memfoto objek apa saja seperti botol, gelas, kacamata dan lain sebagainya.

8. Jasa Photobooth

Mungkin di saat resepsi pernikahan, Anda seringkali melihat photobooth? Nah bagi fotografer yang memiliki uang lebih, bisa berinvestasi untuk membuka jasa photobooth.

Jasa photobooth ini sudah ramai sejak beberapa tahun lalu dan akan terus diminati oleh pasangan pengantin.

Bagi yang belum begitu paham apa itu photobooth, photobooth adalah konsep studio foto mini yang langsung dapat dicetak hasilnya sebagai cinderamata. Sekarang cinderamata bukan hanya itu-itu saja lho.

Nah, apalagi bagi yang sudah cukup terkenal, bisa saja instansi-instansi tertarik dengan konsep ini.

9. Jual Foto Online

Banyak di luar sana fotografer yang menjual karyanya secara online, mengumpulkan rupiah demi rupiah melalui foto koleksinya. Ini termasuk pendapatan pasif yang dapat disambi oleh fotografer genre apapun.

Tapi tidak sembarang foto diterima. Hanya foto dengan kualitas tinggi yang dapat diterima. Umumnya foto-foto ini akan digunakan oleh pembeli untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh akan digunakan sebagai ilustrasi di situs berita dan sebagainya. Karena foto jenis ini yang laku keras di pasaran.

Nah bagaimana sistemnya?

Anda cukup membuat akun di situs penyedia, seperti shutterstock, eyeem dan sejenisnya. Upload foto sebanyak-banyaknya dan jika ada orang yang tertarik, maka mereka akan mendownload foto Anda. Imbalannya Anda akan mendapat uang dari foto tersebut. simple kan? Tapi ingat, perlu membaca Term Of Service agar tidak salah arah.


Ilustrasi pendapatan Jasa Fotografi


Sebagai contoh, akan saya gambarkan pendapatan jasa prewedding

 2 fotografer Rp 600.000
Sewa Perlengkapan Kamera Rp 300.000
Transport + makan Rp 200.000
Cetak 2 foto 16R + bingkai Rp 300.000
Editor Rp 100.000
Jumlah Rp 1.500.000

Di atas adalah contoh hitungan kasar jasa foto prewedding yang belum termasuk keuntungan. Bisa saja Anda mengambil untung 500 ribu dari jasa tersebut. Jadi harga yang ditawarkan ke konsumen adalah 2 juta.

Bayangkan jika Anda mendapat 8 client dalam sebulan, misalnya 8 x Rp 2.000.000 = Rp 16.000.000. Ini adalah hitungan kotor, untuk profit bersih bisa Anda hitung sendiri, hehe

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba bisnis fotografi?

Kesimpulan


Pada dasarnya bisnis fotografi memiliki pangsa pasar yang sangat luas di tahun 2020 dan akan terus berkembang setiap tahunnya. Anda hanya perlu memberanikan diri untuk terjun ke bisnis ini.

Bicara soal alat, memang alat fotografi terbilang mahal. Namun, dapat diakali dengan tips-tips yang sudah saya share di atas.

Pemula takut memulai karena faktor alat dan juga belum begitu paham soal promosi. Untuk skill pada umumnya sudah menguasi,dan bisa dikatakan hanya"kalah pengalaman" saja dengan para senior, hehe

Mengenai persaingan, dapat diatasi dengan kualitas, karena kualitas adalah nomor 1. Kualitas bukan hanya soal hasil foto yang bagus, tetapi hal seperti komunikasi yang baik, tepat waktu, konsep yang bagus juga menjadi pertimbangan client untuk mengatakan "puas".

Kurang lebih demikianlah sedikit sharing tentang peluang bisnis fotografi di tahun 2020 yang perlu coba. Jangan lupa share jika artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Peluang Bisnis Fotografi di Tahun 2020 dan Bagaimana Cara Memulainya"